Pilihan setup DJI FlightHub 2 sebagai drone management platform yang handal akan menentukan seberapa besar beban IT, tingkat Data control, dan kesiapan operasi drone jarak jauh di organisasi Anda. Keputusan ini tidak harus rumit jika Anda memulainya dengan menjawab dua pertanyaan mendasar.
Pertama, tentukan sumber daya IT yang tersedia dalam tim Anda. Kedua, pastikan apakah data harus berada di lingkungan server internal yang Anda kendalikan sepenuhnya. Jawaban atas dua pertanyaan tersebut akan mengarahkan pilihan Anda ke versi Cloud-Based, On-Premises, atau All-in-One.
Key Takeaways
- Identifikasi Kebutuhan IT dan Data: Pilihan setup DJI FlightHub 2 ditentukan oleh dua faktor utama: ketersediaan sumber daya IT internal dan tingkat kebutuhan isolasi data organisasi.
- Fleksibilitas Deployment: DJI menawarkan tiga opsi utama—Cloud-Based untuk kecepatan operasional, On-Premises untuk kendali data penuh, dan All-in-One untuk pengujian lokal (POC) yang praktis.
- Skalabilitas dan Integrasi: Sistem mendukung integrasi luas melalui Open API untuk menghubungkan drone dengan sistem enterprise seperti VMS dan CAD, dengan kapasitas hingga 200 unit pada versi On-Premises.
- Fokus Keamanan: Semua versi dibangun dengan standar keamanan industri global, baik melalui pengelolaan infrastruktur AWS yang tersertifikasi maupun lingkungan server lokal yang terisolasi secara fisik.
Dua Pertanyaan Sebelum Memilih FlightHub 2
Setiap tim memiliki kondisi operasional yang berbeda. Ada tim yang perlu memulai misi drone segera tanpa membangun server, sementara organisasi lain wajib menjaga data di dalam private network atau melalui metode secure local deployment untuk memastikan isolasi data fisik yang ketat.
Pilihan FlightHub 2 bergantung pada kebutuhan pengelolaan keamanan data dan kesiapan tim untuk mengelola lingkungan server.
Pertanyaan pertama adalah, berapa banyak sumber daya yang bisa dialokasikan untuk IT? Pertanyaan kedua, apakah data wajib tetap berada dalam jaringan internal atau lingkungan lokal yang dikendalikan organisasi? Jawaban atas keduanya biasanya sudah cukup untuk menyaring opsi yang paling sesuai.
Cloud-based platform untuk Operasi yang Cepat Dimulai
Cloud-based platform ini sangat cocok bagi tim tanpa staf IT khusus, atau bagi organisasi yang tidak ingin direpotkan dengan pembangunan jaringan privat dan server sendiri. Setelah mendaftar dan menghubungkan perangkat, tim dapat segera memulai operasi drone jarak jauh. Sistem ini secara signifikan mempermudah fleet management bagi tim lapangan untuk memantau status armada dari mana saja.
DJI mengelola infrastruktur cloud serta pembaruan platform secara otomatis. Dengan begitu, tim lapangan dapat memusatkan perhatian penuh pada pelaksanaan misi, pengelolaan mapping images, memantau livestream minutes, serta mengoptimalkan storage space, alih-alih menghabiskan waktu untuk pemeliharaan backend.
Bagi operasi yang membutuhkan akses cloud, Anda bisa memilih DJI FlightHub 2 Enterprise Version untuk kebutuhan jangka panjang satu perangkat, atau mempertimbangkan DJI FlightHub 2 Business Version sebagai alternatif yang lebih fleksibel untuk skala penggunaan tertentu.
Akses Fitur Baru dan Integrasi Sistem
Versi cloud menerima fitur baru lebih awal, termasuk kemampuan real-time collaboration serta berbagai pembaruan platform di masa mendatang. Hal ini sangat penting bagi tim yang ingin memanfaatkan teknologi terbaru tanpa perlu menjalankan proses pembaruan server secara internal.
Selain itu, Open API dan FlightHub Sync membantu menghubungkan FlightHub 2 dengan sistem kerja yang sudah digunakan organisasi. Beberapa contoh integrasi yang dapat diterapkan meliputi:
- Sistem ticketing untuk menghubungkan temuan drone dengan tindak lanjut tim lapangan.
- Video Management System (VMS) untuk menempatkan video drone ke dalam alur pemantauan yang sudah ada.
- Perangkat bisnis lain yang memerlukan data, status misi, atau informasi armada drone secara real time.
Cloud-based platform ini adalah solusi tepat bagi tim yang ingin mulai beroperasi dengan cepat, menekan beban kerja IT, dan menjaga fokus pada efektivitas operasi drone sehari-hari.
Keamanan Data pada Versi Cloud
Penggunaan cloud tidak berarti mengabaikan tata kelola data. Semua versi FlightHub 2 dibangun berdasarkan standar industri global, dengan transmisi dan penyimpanan data yang mengikuti protokol ketat serta pengawasan regulasi yang ketat.
Data pelanggan disimpan secara regional di public cloud yang aman pada infrastruktur AWS. Platform ini juga telah memiliki sertifikasi ISO 27001 dan ISO 27701 dari British Standards Institution. Dengan penggunaan di lebih dari 80 negara dan wilayah, platform ini menjadi pilihan ideal bagi organisasi yang memerlukan lingkungan cloud dengan pengelolaan data regional yang terpercaya.
FlightHub 2 On-Premises untuk Kontrol Penuh atas Data
Solusi On-Premises dirancang bagi organisasi yang membutuhkan kendali total atas infrastruktur mereka. Dengan menerapkan FlightHub 2 secara On-Premises di lingkungan internal, seluruh data misi tetap tersimpan aman di dalam jaringan privat atau infrastruktur fisik milik organisasi tanpa perlu terhubung ke cloud publik.
Tim internal memiliki kendali penuh terhadap seluruh alur data management, termasuk kebijakan retensi dan hak akses pengguna. Model ini sangat ideal bagi instansi pemerintah, sektor keselamatan publik, hingga industri energi dan utilitas yang memiliki regulasi ketat terkait lokasi penyimpanan data.
Kapasitas Lebih Besar untuk Operasi Berskala Luas
Satu penerapan FlightHub 2 pada server lokal dapat mendukung hingga 200 unit perangkat, termasuk drone dan DJI Dock. Kapasitas masif ini memungkinkan organisasi menjalankan fitur mission planning yang kompleks dan memperkuat situational awareness secara real-time tanpa kendala latensi internet.
Namun, fleksibilitas ini menuntut kesiapan teknis. Organisasi perlu memastikan tim IT internal mampu melakukan instalasi, pemeliharaan, serta pengelolaan lingkungan server secara mandiri untuk menjaga stabilitas sistem.
Integrasi Mendalam dengan Sistem Internal
Versi ini menawarkan fleksibilitas melalui Custom development yang didukung oleh Open API yang lebih luas. FlightHub 2 dapat dihubungkan langsung dengan sistem Computer-Aided Dispatch (CAD), VMS, SCADA, atau pusat komando yang sudah digunakan organisasi.
Integrasi ini membantu menyatukan data drone ke dalam alur kerja operasional yang sudah ada. Sebagai contoh, tim keselamatan publik dapat menyalurkan informasi misi langsung ke pusat komando, sementara perusahaan utilitas dapat menghubungkan hasil inspeksi dengan sistem pemantauan aset mereka.
Dengan memilih implementasi server mandiri, organisasi memegang kendali penuh atas aturan akses dan keamanan informasi. Pendekatan ini adalah pilihan terbaik ketika kedaulatan data menjadi persyaratan utama dalam operasional organisasi Anda.
FlightHub 2 All-in-One untuk POC dan Operasi Lokal
FlightHub 2 All-in-One menawarkan jalan tengah bagi tim yang membutuhkan penyimpanan data lokal, tetapi belum ingin membangun dan memelihara server On-Premises skala besar. All-in-one device ini telah dipasang dengan FlightHub 2 On-Premises, sehingga perangkat keras dan perangkat lunak tersedia dalam satu unit yang praktis.
Karena kebutuhan pengaturannya lebih ringan, opsi ini sangat cocok untuk secure local deployment saat melakukan proof of concept (POC) dengan biaya yang lebih terkendali. Tim dapat menguji proses kerja, kebutuhan integrasi, dan skenario operasional lokal sebelum memutuskan penerapan On-Premises yang lebih besar untuk kebutuhan Drone operations mereka.
Mendukung Hingga 20 Drone untuk Pengujian
All-in-one device ini dapat terhubung hingga 20 drone. Jumlah ini cukup untuk menjalankan pengujian pada skenario operasional tertentu, termasuk validasi misi, alur data, dan koordinasi tim.
Pilihan ini relevan bagi perusahaan besar atau instansi pemerintah yang ingin membuktikan kelayakan sistem lokal tanpa investasi awal yang besar pada infrastruktur server. Data tetap berada di lokasi, sementara kebutuhan pemeliharaan sistem lebih sederhana dibanding penerapan On-Premises penuh.
Workflow Lokal Tanpa Jaringan
Keunggulan khas All-in-One adalah kemampuannya membangun alur kerja lokal antara drone dan platform manajemen, bahkan ketika jaringan tidak tersedia. Kemampuan ini sangat berguna saat konektivitas tidak dapat diandalkan atau tidak tersedia sama sekali.
Skenario seperti wilayah hutan terpencil, zona bencana, dan operasi di laut dapat memanfaatkan pendekatan ini. Tim tanggap darurat dan personel lapangan tetap dapat menjalankan koordinasi berbasis platform lokal tanpa bergantung pada akses jaringan eksternal.
Perbandingan Singkat Tiga Opsi Deployment
Tabel berikut membantu membedakan fokus utama dari setiap setup FlightHub 2. Ketiga opsi ini merupakan bagian dari integrated solution DJI yang dirancang untuk memenuhi berbagai profil risiko serta kebutuhan IT organisasi Anda.
| Opsi FlightHub 2 | Cocok untuk | Pengelolaan Infrastruktur | Kapasitas yang disebutkan |
|---|---|---|---|
| Cloud-Based | Tim yang ingin mulai cepat dengan beban IT rendah | Public cloud dikelola DJI dan pembaruan otomatis | Tidak disebutkan dalam video |
| On-Premises | Organisasi dengan kebutuhan isolasi data dan tim IT internal | Dikelola organisasi pada infrastruktur sendiri | Hingga 200 drone dan Dock |
| All-in-One | POC lokal dan operasi lapangan dengan sumber daya IT terbatas | Perangkat siap pakai dengan setup minimal | Hingga 20 drone |
Perbedaan utamanya terletak pada tingkat kontrol dan beban pengelolaan sistem. Penggunaan cloud secara signifikan mengurangi pekerjaan IT, sementara model On-Premises memberikan kebebasan lebih besar bagi organisasi untuk menetapkan aturan keamanan data. Sementara itu, model All-in-One menempati posisi praktis untuk kebutuhan validasi skenario lokal.
Menentukan Pilihan Berdasarkan Kesiapan Tim
Pilih cloud-based DJI FlightHub 2 jika tim Anda ingin segera menjalankan operasi drone jarak jauh, tidak memiliki staf IT khusus, dan membutuhkan akses cepat terhadap pembaruan platform terkini. Untuk eksplorasi sebelum penggunaan rutin, DJI menyediakan uji coba DJI FlightHub 2 yang dapat Anda akses melalui tautan resmi mereka.
Pilih opsi on-premises bila organisasi Anda memiliki regulasi ketat yang mewajibkan penyimpanan data di dalam infrastruktur internal serta memiliki tim teknis yang siap mengelola server secara mandiri. Detail lengkap mengenai opsi lokal ini tersedia pada halaman resmi FlightHub 2 On-Premises dan All-in-One.
Pilih solusi all-in-one saat Anda perlu menguji pengelolaan data lokal dalam skala kecil atau menjalankan operasi di lokasi yang tidak memiliki jaringan internet stabil. Selain aspek teknis, sangat disarankan bagi setiap organisasi untuk melengkapi kesiapan operasional dan perlindungan aset drone mereka dengan drone insurance yang memadai. Pada akhirnya, pilihan yang tepat bukanlah sistem yang paling kompleks, melainkan solusi yang paling sesuai dengan kebijakan data, kemampuan operasional, dan kebutuhan proteksi tim Anda saat ini.
Frequently Asked Questions
Apa perbedaan utama antara versi Cloud-Based dan On-Premises?
Versi Cloud-Based dikelola sepenuhnya oleh DJI, sehingga sangat cocok bagi tim yang ingin segera beroperasi tanpa beban pemeliharaan IT. Sebaliknya, versi On-Premises menempatkan seluruh data dan infrastruktur di server internal organisasi, memberikan kendali penuh atas keamanan dan kebijakan retensi data.
Bisakah saya menggunakan FlightHub 2 tanpa akses internet?
Ya, Anda bisa menggunakan model All-in-One untuk skenario operasional di lokasi terpencil atau zona tanpa jaringan internet. Sistem ini memungkinkan alur kerja lokal antara drone dan platform manajemen secara mandiri tanpa bergantung pada koneksi cloud eksternal.
Apakah versi cloud aman untuk data sensitif perusahaan?
Keamanan data pada versi cloud dijamin melalui protokol transmisi dan penyimpanan yang ketat sesuai standar industri global. Data disimpan di infrastruktur AWS yang telah memiliki sertifikasi ISO 27001 dan ISO 27701, memastikan kepatuhan regulasi di berbagai negara.
Bagaimana cara menentukan versi mana yang paling tepat untuk skala operasional kami?
Jika Anda membutuhkan skalabilitas hingga 200 perangkat, versi On-Premises adalah pilihan terbaik untuk operasi besar. Namun, jika Anda baru ingin melakukan validasi skenario (POC) atau operasi skala kecil hingga 20 drone, versi All-in-One akan memberikan keseimbangan yang lebih efisien antara biaya dan fungsionalitas.
Memilih FlightHub 2 Berdasarkan Kebutuhan Nyata
Dua pertanyaan awal memberi arah yang jelas bagi keputusan Anda. Jika prioritas organisasi adalah peluncuran cepat dan pemeliharaan IT yang minim, Cloud-Based FlightHub 2 adalah opsi paling praktis untuk kebutuhan operasional harian.
Jika data Anda wajib berada di bawah kendali infrastruktur internal yang ketat, opsi On-Premises memberikan konfigurasi yang lebih luas dan terperinci. Sementara itu, model All-in-One memungkinkan tim untuk melakukan uji coba lokal dan mendukung operasi tanpa jaringan tanpa harus membangun server besar sejak awal.
Pada akhirnya, setup terbaik adalah solusi yang mendukung cara kerja tim Anda saat ini, sekaligus memberikan ruang untuk berkembang di masa depan. Dengan memilih DJI FlightHub 2 yang tepat, Anda tidak hanya meningkatkan efisiensi alur kerja tetapi juga memastikan standar data security yang lebih baik bagi seluruh operasional perusahaan.
Jadi, apakah anda sudah siap me-manage drone perusahaan anda?


