Seri DJI Mini punya “resep” yang bikin banyak orang betah, bodinya ringkas, mudah masuk tas kecil, tapi hasilnya sudah cukup untuk konten serius. Karena itu, saat muncul penerusnya, banyak pengguna Mini 4 Pro langsung bertanya, upgrade ini terasa banget, atau cuma ganti angka spesifikasi?
Artikel ini membahas DJI Mini 5 Pro vs Mini 4 Pro dari sudut pandang pemakaian nyata, bukan sekadar menang di tabel. Fokusnya sederhana: upgrade apa yang paling kerasa di foto dan video harian, siapa yang sebaiknya upgrade sekarang, dan siapa yang lebih aman bertahan dulu.

Fakta yang Paling Terasa Saat Dipakai: Kamera, Low Light, dan Cara Ambil Shot

Di atas kertas, Mini 5 Pro terlihat agresif: sensor 1 inci 50 MP, opsi 4K 120 fps, dan mode 48 mm (digital zoom 2x) untuk framing yang berbeda. Mini 4 Pro tetap kuat dengan sensor 1/1.3 inci 48 MP dan 4K 60 fps HDR yang sudah terbukti.
Namun, yang menarik, beberapa reviewer menemukan satu hal yang mungkin mengejutkan: di siang hari, selisih kualitas gambar sering tipis. Keduanya sama-sama mampu menghasilkan 4K 60 fps yang enak dilihat, apalagi jika kamu rekam dalam profil 10-bit (D-Log M atau HLG) lalu grading tipis.
Perbedaan mulai terasa saat kondisi memaksa kamera bekerja lebih keras, misalnya sunset, sunrise, backlight, kota malam, atau indoor dengan lampu campur. Di situ, sensor lebih besar pada Mini 5 Pro cenderung memberi “ruang napas” lebih lega, baik untuk menjaga highlight langit maupun membuka detail bayangan tanpa terlihat cepat “pecah”.
Kualitas video 4K dan warna. Kapan Mini 5 Pro terlihat unggul, kapan mirip Mini 4 Pro?
Secara praktik, kedua drone ini sama-sama “aman” untuk workflow konten, karena 4K 60 fps HDR dan opsi 10-bit memberi fleksibilitas saat edit. Jika kamu mayoritas syuting di cuaca cerah, kontras sedang, dan tidak banyak adegan ekstrem, hasil Mini 4 Pro sering sudah mendekati Mini 5 Pro. Banyak orang akan sulit membedakan tanpa melihat file asli di layar besar.
Mini 5 Pro mulai unggul saat kamu sering berhadapan dengan kontras tinggi. Contohnya, kamera mengarah ke matahari saat golden hour, atau ada awan terang dengan daratan gelap. Pada situasi seperti itu, Mini 5 Pro biasanya lebih mudah “diselamatkan” saat grading, karena highlight lebih rapi dan transisinya terlihat lebih halus.
Perubahan lain yang terasa adalah mode 48 mm (digital zoom 2x). Ini bukan kamera kedua, melainkan crop dari sensor yang tetap menjaga output 4K. Hasilnya, kamu bisa dapat komposisi lebih rapat tanpa menerbangkan drone mendekat. Efeknya mirip lensa lebih panjang, perspektif terasa lebih “padat”, dan parallax bisa terlihat lebih dramatis.
Kalau kamu sering “lawan cahaya”, Mini 5 Pro membuat proses edit lebih santai. Mini 4 Pro tetap kuat, tapi kadang perlu lebih banyak kompromi.
Di sisi lain, beberapa reviewer juga menilai mode 48 mm pada Mini 5 Pro bisa terasa sedikit lebih lembut dibanding wide 24 mm, terutama jika kamu terbiasa pixel peeping. Ini bukan deal breaker, tetapi layak dipertimbangkan bila digital zoom 2x akan jadi mode utama kamu.
Low light dan malam hari. Bukan cuma lebih terang, tapi juga lebih aman
Low light itu dua hal, kualitas gambar dan rasa aman saat terbang. Dari sisi visual, sensor kamera lebih besar pada Mini 5 Pro cenderung memberi noise yang lebih terkendali dan detail yang lebih “kepegang” saat lampu minim. Bedanya tidak selalu dramatis, apalagi jika kamu membandingkan setting yang sama dan sama-sama rekam dengan pengaturan yang rapi.
Beberapa reviewer menyebut Mini 4 Pro sering mengandalkan mode malam khusus untuk dorong ISO tinggi, sedangkan Mini 5 Pro terasa lebih menyatu dalam penggunaan sehari-hari. Di lapangan, ini berarti kamu lebih jarang “berhenti” untuk mikir, harus pindah mode atau tidak. Alur kerjanya lebih sederhana.
Tips singkat yang relevan untuk keduanya: kalau kamu rekam untuk edit, pengurangan noise dan sharpening lebih baik kamu lakukan di post. Saat rekam, set yang terlalu agresif justru bisa membuat detail halus hilang.
Namun, alasan upgrade yang paling terasa di malam hari sering bukan sekadar noise. Mini 5 Pro menambah elemen keselamatan lewat sensor depan berbasis LiDAR yang tetap membantu deteksi rintangan dalam kondisi lebih gelap. Bagian ini kita bahas lebih dalam di sesi performa terbang.

Terbangnya Beda. Stabil di Angin, Baterai, Sensing Halangan, dan Tracking

Kalau kamu berharap upgrade Mini 5 Pro adalah “kamera jauh lebih tajam”, banyak uji lapangan justru berkata, peningkatan terbesar sering datang dari flight performance. Ini masuk akal, karena drone mini punya musuh klasik, angin. Saat drone ringan, sedikit gust saja bisa membuat gerak koreksi lebih sering, footage jadi kurang tenang, dan pilot lebih fokus menjaga stabilitas daripada komposisi.
Mini 5 Pro terasa lebih mantap di banyak skenario, terutama saat kamu terbang dekat subjek atau dekat permukaan (tebing, pohon, bangunan). Beberapa penguji menyebut perbedaannya tidak selalu mencolok jika drone hanya hover jauh dan statis. Namun, saat kamu mendekat, efek stabilitas itu lebih gampang terlihat di video.
Dari sisi durasi, angka maksimum pabrikan memang tinggi, tetapi di dunia nyata, durasi sangat dipengaruhi angin, gaya terbang, dan suhu. Yang biasanya terasa adalah konsistensi, bukan sekadar menit tambahan. Mini 5 Pro juga menambah penyimpanan internal jauh lebih besar, yaitu sebesar 42GB, jadi risiko “lupa microSD” tidak lagi segawat Mini 4 Pro yang internalnya sangat kecil (bahkan tidak bisa dibilang internal storage).
Stabilitas di angin dan respons kontrol. Cocok untuk gunung dan tepi pantai
Di spot wisata seperti pantai atau punggungan bukit, angin jarang stabil. Kadang tenang, lalu tiba-tiba dorong samping. Pada Mini 4 Pro, situasi ini masih bisa ditangani, tetapi kamu lebih sering melihat drone melakukan koreksi posisi.
Pada Mini 5 Pro, reviewer merasakan kontrolnya lebih “mengunci”. Hasilnya sederhana: footage lebih halus, dan kamu lebih jarang mengulang shot karena drone terlihat goyang kecil. Ini juga membantu saat ambil orbit dekat objek, karena jarak aman lebih mudah dijaga.
Ada dampak lain yang sering dilupakan: saat drone lebih stabil, kamu berani pakai gerakan kamera yang lebih pelan. Gerakan pelan itu “mahal” untuk kualitas sinematik, tetapi sulit dicapai jika angin bikin drone gelisah.
Jika kamu mempertimbangkan paket yang paling nyaman untuk traveling, biasanya pilihan jatuh ke combo dengan baterai ekstra dan charging hub. Untuk Mini 5 Pro, salah satu paket yang banyak dicari adalah DJI Mini 5 Pro Fly More Combo.
Obstacle avoidance dan tracking. Upgrade terasa saat gelap dan saat subjek bergerak cepat
Sensing rintangan itu seperti sabuk pengaman. Kamu tetap harus mengemudi benar, tetapi proteksi tambahan mengurangi risiko saat ada hal tak terduga.
Mini 4 Pro sudah punya sensing omnidirectional yang bagus di kelasnya. Masalahnya, sensor visual punya keterbatasan saat cahaya turun/gelap atau malam hari. Beberapa reviewer melihat sensor obstacle Mini 4 Pro nonaktif sehingga pilot harus ekstra waspada.
Mini 5 Pro menambahkan LiDAR menghadap depan, yang membantu deteksi rintangan dengan lebih jelas dan fitur Nightscape Omnidirectional Obstacle Sensir yang mendeteksi objek pada kondisi lebih redup (dengan cahaya diatas 1LUX). Dampaknya terasa pada dua hal: tracking dan Return-to-Home (RTH). Saat tracking di senja atau malam dengan lampu jalan, sistem pada Mini 5 Pro cenderung lebih percaya diri untuk menjaga jalur aman, walau kamu tetap wajib menjaga line of sight dan tidak memaksakan terbang di area kompleks.
Soal tracking, keduanya sama-sama andal untuk kebutuhan umum. Namun, Mini 5 Pro membawa mode tracking yang lebih “terarah” untuk aktivitas (misalnya jalan, lari, sepeda, kendaraan). Ini mengurangi waktu set ulang jarak dan ketinggian tiap ganti skenario.
Sensor itu alat bantu, bukan pengganti pilot. Di area banyak kabel atau ranting tipis, tetap anggap “manual skill” sebagai pertahanan utama.
Travel dan Value for Money: Upgrade ini Sepadan untuk Kamu atau Tidak?
Bagian tersulit dari upgrade bukan memilih mana yang “lebih baru”, tetapi mana yang paling cocok dengan cara kamu pakai drone. Di sini, faktor kecil sering jadi penentu, seperti aturan bobot, kemudahan pasang ND filter, penyimpanan internal, hingga biaya total setelah tambah baterai dan proteksi.
Mini 5 Pro punya internal storage besar (42 GB), sedangkan Mini 4 Pro internalnya sangat terbatas. Ini terdengar sepele, sampai kamu pernah hiking jauh lalu sadar microSD tertinggal. Dalam kondisi itu, Mini 5 Pro memberi peluang untuk tetap pulang membawa footage.
Ada perubahan desain aksesori juga. Sistem ND filter Mini 5 Pro lebih ke model “klik” daripada sistem lama yang biasa diputar. Ini mempercepat pasang, tetapi bisa mengubah kebiasaan lama pengguna Mini 4 Pro. Sebaliknya, Mini 4 Pro punya fleksibilitas aksesori tertentu di pasar (misalnya opsi wide-angle tambahan pada ekosistem tertentu), yang bisa penting bagi kreator yang suka tampilan ultra-lebar.
Untuk aturan bobot, sama-sama masuk kategori ringan. Namun, praktik di lapangan bisa dipengaruhi baterai yang dipakai, aksesori, atau regulasi lokal. Karena itu, cek aturan negara atau daerah kamu sebelum memutuskan baterai “Plus”. Sayangnya Mini 5 Pro hanya menggunakan tagline “Lightweight” tanpa ada 249g, dan secara real, bobot Mini 5 Pro sudah lebih dari 249g walaupun menggunakan baterai standard. Namun, Mini 4 Pro masih tetap menggunakan Lightweight 249g ketika menggunakan baterai standard, tapi ketika menggunakan baterai “Plus” bobot drone akan lebih dari 249g. Tentu saja ini yang harus kamu pertimbangkan.
Jika kamu ingin membaca pengumuman dan perbedaan versi Indonesia, kamu bisa lanjut ke artikel internal: DJI Mini 5 Pro rilis di Indonesia.
Siapa yang layak upgrade ke DJI Mini 5 Pro (dari Mini 4 Pro)
Upgrade ke Mini 5 Pro paling terasa untuk tipe pengguna berikut:
- Pemburu sunrise, sunset, dan backlight: dynamic range lebih lega membantu jaga langit dan bayangan.
- Sering terbang di lokasi berangin: stabilitas terasa saat dekat subjek, orbit, dan gerak lambat.
- Butuh framing 48 mm (digital zoom 2x): komposisi lebih rapat tanpa mendekatkan drone ke orang atau objek.
- Kreator yang aktif pakai tracking: mode tracking yang lebih sesuai aktivitas mempersingkat set ulang.
- Sering terbang senja atau kota malam: LiDAR depan memberi tambahan rasa aman dan Nightscape Omnidirectional Sensing yang mendeteksi halangan saat gelap (dengan kondisi cahaya diatas 1LUX).
Loncat dari Mini 3 atau generasi lebih lama biasanya terasa lebih besar. Dari Mini 4 Pro ke Mini 5 Pro, peningkatannya lebih “spesifik”, tetapi bisa sangat berarti jika pas dengan kebutuhanmu.
Lebih baik tetap pilih Mini 4 Pro, atau upgrade sekarang
Mini 4 Pro masih sangat layak bila gaya terbang kamu seperti ini: mayoritas syuting siang hari, jarang hadapi kontras ekstrem, dan kamu sudah puas dengan 4K 60 fps plus 10-bit untuk edit ringan.
Ada juga alasan praktis untuk menahan upgrade. Beberapa reviewer menilai selisih kualitas gambar di kondisi normal tidak “wow”. Durasi terbang dunia nyata juga bisa terasa mirip, tergantung gaya terbang dan angin. Selain itu, jika kamu tertarik memakai aksesori tertentu yang lebih umum di ekosistem Mini 4 Pro, bertahan bisa masuk akal.
Ringkasan Cepat yang Membantu Memutuskan: tabel, pro-kontra, dan FAQ
Tabel ini merangkum hal yang biasanya benar-benar terasa saat dipakai.
| Yang terasa di dunia nyata | Mini 4 Pro | Mini 5 Pro | Catatan |
|---|---|---|---|
| 4K 60 fps untuk konten harian | Sangat kuat | Sangat kuat | Di kondisi terang, selisih sering tipis |
| Kontras tinggi (sunset, backlight) | Perlu lebih hati-hati saat grading | Lebih “lega” di highlight dan shadow | Sensor lebih besar membantu fleksibilitas edit |
| Low light (kualitas gambar) | Bagus, kadang butuh mode khusus | Lebih nyaman dan cenderung lebih bersih | Hasil tetap dipengaruhi setting dan post |
| Keamanan saat gelap | Sensor visual off | LiDAR depan dan Nightscape Omnidirectional Sensing bantu deteksi rintangan | Tetap bukan izin untuk terbang sembrono |
| Angin dan kestabilan | Baik untuk kelas mini | Lebih mantap saat dekat subjek | Terasa di gunung, pantai, dan area terbuka |
| Slow motion | 4K slow-mo lebih terbatas | 4K 120 fps | Berguna untuk air, olahraga, dan reveal |
| Framing 2x | Digital zoom terasa lebih soft | 48 mm (digital zoom 2x) lebih “serius” | Sebagian orang masih merasa 2x agak lembut |
| Penyimpanan internal | Sangat kecil | 42GB | Penolong saat lupa microSD |
Kesimpulannya, Mini 5 Pro unggul pada momen-momen sulit. Mini 4 Pro unggul pada value jika kamu jarang masuk skenario ekstrem.
Kelebihan utama Mini 4 Pro:
- Hasil 4K 60 fps sudah sangat matang untuk mayoritas kebutuhan.
- Value lebih masuk akal jika harga sedang turun atau kamu sudah punya ekosistemnya.
- Tetap ringan dan praktis untuk travel.
Kekurangan utama Mini 4 Pro:
- Low light dan sensing bisa lebih menantang, terutama saat gelap.
- Penyimpanan internal sangat terbatas jika microSD tertinggal.
Kelebihan utama Mini 5 Pro:
- Lebih aman dan nyaman di senja atau malam karena bantuan LiDAR depan.
- Lebih stabil di angin, terutama saat ambil shot dekat objek.
- Mode 48 mm (digital zoom 2x) memberi opsi komposisi baru tanpa mendekat.
- Slow motion 4K 120 fps dan internal storage 42GB mendukung workflow.
Kekurangan utama Mini 5 Pro:
- Di siang hari, sebagian orang merasa peningkatan kualitas tidak selalu sebanding biaya.
- Mode 48 mm bisa terasa sedikit lebih lembut pada beberapa skenario.
FAQ
1) DJI Mini 5 Pro vs Mini 4 Pro, beda hasil video kelihatan tidak? Kelihatan saat kondisi menantang, seperti backlight atau kontras tinggi. Di siang hari, banyak orang merasa mirip.
2) Apakah Mini 5 Pro lebih bagus untuk malam? Ya, umumnya lebih nyaman. Selain kualitas, LiDAR dan Nightscape Omnidirectional Sensing membantu aspek keselamatan saat gelap.
3) Seberapa penting 48 mm (digital zoom 2x) untuk komposisi? Penting kalau kamu sering butuh framing rapat tanpa mendekat, misalnya di tempat ramai atau area sensitif.
4) Apakah baterainya jauh lebih lama? Tergantung baterai dan gaya terbang. Mini 5 Pro bisa terbang hingga 36 menit (baterai standard) dan 52 menit (baterai “Plus”) sedangkan Mini 4 Pro 34 menit (baterai standard) dan 45 menit (bateray “Plus”). Angka ini merupakan hasil uji di lingkungan DJI tanpa ada obstacle dan angi, dan hanya terbang satu arah
5) Apakah obstacle avoidance bisa diandalkan malam hari? Lebih membantu di Mini 5 Pro, tetapi tetap ada batas. Hindari kabel dan ranting tipis, jangan bergantung penuh.
6) Perlu upgrade kalau cuma buat liburan? Kalau liburannya banyak sunrise, pantai berangin, dan city night, Mini 5 Pro terasa. Jika liburan siang biasa, Mini 4 Pro sudah cukup.
7) Lebih baik beli Mini 4 Pro diskon atau Mini 5 Pro? Ambil Mini 4 Pro jika fokus value dan kondisi terbang cenderung aman. Pilih Mini 5 Pro jika kamu butuh rasa aman ekstra dan sering masuk skenario sulit.
Kesimpulan: Upgrade Paling Berasa Ada di “Situasi Sulit”
Upgrade yang paling terasa dari Mini 4 Pro ke Mini 5 Pro biasanya ada pada low light, keamanan sensing saat gelap, handling angin, dan fleksibilitas framing 48 mm. Sementara itu, untuk kondisi terang dan pemakaian santai, Mini 4 Pro masih sangat kuat dan sering terasa “cukup banget”.
Ambil Mini 5 Pro kalau kamu sering merekam golden hour, terbang di lokasi berangin, atau ingin tracking yang lebih percaya diri. Bertahan di Mini 4 Pro masuk akal jika mayoritas proyekmu berlangsung siang hari dan kamu sudah puas dengan kualitas 4K 60.
Kalau kamu ingin diskusi cepat soal paket yang cocok, ketersediaan, atau kebutuhan aksesori, kamu bisa konsultasi melalui WhatsApp DJI Ratu Enterprise 0813-6082-9991 atau email djiratuplaza@gmail.com. Pilihan terbaik selalu yang paling pas dengan cara kamu terbang, bukan yang paling baru.


