Perbandingan DJI Lito X1 dan Lito 1 terlihat sederhana kalau Anda hanya melihat angka di brosur. Keduanya sama-sama masuk kelas entry-level DJI, sama-sama ringkas, dan sama-sama menarik buat pemula yang ingin mulai terbang tanpa repot.
Namun, kebutuhan pembeli jarang sesederhana itu. Ada yang hanya ingin rekam aerial santai, ada yang ingin file video lebih enak diedit, dan ada juga yang butuh rasa aman lebih besar saat terbang di lokasi baru. Karena itu, pilihan terbaik bukan soal model yang lebih mahal, tetapi model yang paling cocok.
Artikel ini membandingkan keduanya dari sisi kamera, keamanan terbang, kemudahan pakai, portabilitas, dan nilai beli, supaya Anda bisa memilih berdasarkan penggunaan nyata.
Posisi Lito 1 dan Lito X1 di kelas entry-level DJI
Kalau melihat posisi produknya, Lito 1 adalah pintu masuk yang lebih ramah budget. Sementara itu, Lito X1 ada satu tingkat di atasnya untuk pembeli yang masih pemula, tetapi ingin hasil dan fitur yang terasa lebih matang sejak awal.
Di atas kertas, jaraknya memang tidak ekstrem. Keduanya punya kamera 48MP, perekaman 4K 60fps, dan bodi ringkas yang mudah dibawa. Meski begitu, arah pemakainya berbeda. Itu sebabnya perbandingan ini lebih penting daripada sekadar melihat resolusi.
Lito 1 untuk pembeli yang ingin masuk drone DJI dengan biaya lebih ringan
Daya tarik Lito 1 ada pada kesederhanaannya. Harganya lebih rendah, proses belajarnya tidak terasa menakutkan, dan fitur dasarnya sudah cukup untuk kebutuhan aerial harian. Kalau Anda baru pertama beli drone, ini tipe produk yang tidak membuat dompet langsung tertekan.
Lito 1 cocok untuk pengguna kasual, traveler hemat, atau orang yang ingin belajar kontrol, framing, dan dasar penerbangan tanpa membayar fitur yang belum tentu dipakai. Untuk konteks yang mirip di lini drone ringan DJI, DJI Mini 3 untuk belajar terbang juga menarik dijadikan pembanding karakter penggunaan.
Lito X1 untuk pemula yang ingin hasil lebih matang sejak awal
Lito X1 bukan sekadar Lito 1 yang lebih mahal. Model ini terasa seperti versi entry-level yang sudah disiapkan untuk penggunaan yang lebih serius, terutama kalau Anda sering merekam video, peduli hasil warna, atau tidak ingin cepat merasa “kurang”.
Nilai tambahnya terasa saat dipakai rutin. Anda mendapat sensor lebih besar, file video lebih lentur untuk editing, bantuan terbang yang lebih percaya diri, dan alur kerja yang lebih praktis. Kalau Anda ingin beli sekali lalu pakai agak lama sebelum naik kelas, Lito X1 lebih masuk akal.
Untuk melihat ringkasan spesifikasi berdampingan, tabel perbandingan dari First Quadcopter cukup membantu sebagai bahan cek cepat.
Apa saja perbedaan paling terasa saat dipakai di dunia nyata?
Perbedaan terbesar tidak ada pada angka 48MP. Yang paling terasa justru ada pada kualitas file, rasa aman saat terbang, dan seberapa cepat Anda bisa pindah dari merekam ke mengedit.
Tabel singkat ini merangkum poin yang paling relevan untuk keputusan beli.
| Aspek | Lito 1 | Lito X1 | Dampak nyata |
|---|---|---|---|
| Sensor kamera | 1/2 inci | 1/1.3 inci | X1 lebih unggul di detail dan low light |
| Color depth | 8-bit | 10-bit D-Log M | X1 lebih fleksibel untuk color grading |
| Video | 4K 60fps | 4K 60fps, HDR | X1 memberi ruang hasil lebih matang |
| Keamanan terbang | Sensor rintangan segala arah | Sensor segala arah + LiDAR depan | X1 lebih meyakinkan di area rumit |
| Fokus | Lebih sederhana | Autofocus | X1 lebih cepat menangkap subjek |
| Penyimpanan | Tidak ada internal, wajib menggunakan microSD | 42GB internal + bisa ditambah dengan microSD | X1 lebih praktis saat mendadak terbang |
Intinya, Lito 1 memberi fondasi yang cukup. X1 memberi margin aman dan kualitas ekstra yang lebih terasa saat Anda sering terbang.
Kualitas kamera dan hasil video, 1/2 inci vs 1/1,3 inci, 8-bit vs 10-bit
Di sinilah banyak pembeli salah fokus. Karena dua-duanya 48MP, orang sering mengira hasilnya akan mirip. Padahal, sensor 1/1.3 inci pada Lito X1 memberi keuntungan yang lebih penting daripada angka megapiksel, yaitu detail lebih bersih, noise lebih rendah, dan performa cahaya rendah yang lebih baik.
Dalam pemakaian nyata, X1 lebih tenang saat dipakai pagi buta, menjelang senja, atau di lokasi yang cahaya alaminya berubah cepat. Lito 1 tetap mampu merekam dengan baik untuk kebutuhan santai, tetapi hasilnya tidak sefleksibel X1 ketika kondisi mulai sulit.

Hal lain yang sering diabaikan adalah 8-bit vs 10-bit. Lito 1 lebih sederhana. Lito X1 mendukung 10-bit D-Log M, jadi file warnanya punya ruang edit lebih luas. Kalau Anda suka edit ringan untuk Instagram, perbedaannya mungkin tidak selalu besar. Namun, kalau Anda suka koreksi warna atau ingin hasil video lebih konsisten, X1 jelas lebih enak dipakai.
Keamanan terbang dan bantuan sensor, mana yang lebih meyakinkan?
Keduanya sudah punya sensor rintangan segala arah. Itu kabar baik, karena pemula paling sering butuh jaring pengaman saat orientasi terbang belum terbentuk. Namun, Lito X1 menambah satu lapis bantuan penting, yaitu forward-facing LiDAR.
Dalam bahasa sederhana, LiDAR membantu drone membaca objek di depan dengan lebih presisi. Fitur ini terasa berguna saat Anda terbang dekat pohon, bangunan, atau area yang kontras cahayanya tidak ideal. Untuk pemula, efeknya bukan cuma soal keamanan, tetapi juga soal rasa tenang.
Jika Anda sering terbang di ruang terbuka luas, Lito 1 sudah cukup. Jika lokasi terbang Anda sering berubah dan lebih menantang, X1 terasa lebih menenangkan.
Autofocus, storage bawaan, dan kemudahan edit setelah terbang
Lito X1 juga unggul pada hal-hal kecil yang sering baru terasa setelah beberapa minggu pemakaian. Autofocus membuat perpindahan subjek lebih cepat dan hasil lebih konsisten tajam. Pada Lito 1, pendekatannya lebih sederhana, jadi pengguna perlu lebih sadar jarak dan framing.
Kemudian ada storage bawaan 42GB pada X1. Ini terdengar sepele, tetapi sangat berguna saat Anda lupa bawa microSD atau ingin langsung terbang tanpa cek kartu memori lebih dulu. Lito 1 tetap mengandalkan microSD, jadi alur kerjanya sedikit lebih bergantung pada persiapan.
Bagi content creator, perbedaan ini membuat X1 terasa lebih siap pakai. Anda menyalakan, merekam, lalu pindah edit dengan lebih sedikit hambatan.
Mana yang lebih ramah untuk pemula, termasuk soal controller dan portabilitas
Drone dengan spesifikasi bagus di kertas belum tentu terasa enak dipakai. Untuk pembeli baru, rasa nyaman saat setup pertama sering lebih penting daripada satu fitur tambahan yang jarang dipakai.
RC-N3 vs RC 2, bedanya terasa di tangan pemula
Dalam praktik pembelian, perbedaan pengalaman sering muncul dari paket controller. RC-N3 mengandalkan ponsel, sedangkan RC 2 punya layar bawaan. Keduanya sama-sama bisa dipakai, tetapi rasa penggunaannya berbeda.
RC-N3 cocok untuk pembeli yang ingin hemat. Anda tetap bisa terbang dengan baik, tetapi ada langkah tambahan, pasang ponsel, sambung kabel, dan pastikan baterai ponsel aman. Buat pemula, itu bukan masalah besar, hanya sedikit lebih lambat.
RC 2 lebih praktis. Anda menyalakan controller dan langsung siap terbang. Di lapangan, itu terasa menyenangkan, apalagi saat cuaca cepat berubah atau Anda sedang pindah tempat. Kalau Anda ingin gambaran paket DJI dengan controller seperti ini, spesifikasi DJI Mini 4 Pro bisa memberi konteks soal kenyamanan RC 2.
Portabilitas untuk dibawa traveling dan dipakai konten harian
Keduanya tetap masuk kategori drone ringkas. Jadi, dari sisi ukuran dasar, Anda tidak akan merasa salah pilih. Meski begitu, pengalaman membawa dan memakainya bisa berbeda karena faktor paket, storage, dan kebiasaan kerja.
Untuk traveler yang suka serba ringan, Lito 1 menarik karena biaya awalnya lebih rendah. Anda bisa fokus pada kebutuhan inti, lalu menambah aksesori belakangan. Sementara itu, X1 lebih cocok untuk orang yang sering pindah lokasi dan ingin barangnya lebih siap dipakai kapan pun.
Kalau rutinitas Anda banyak jalan, berhenti sebentar, ambil footage, lalu lanjut pindah, storage internal dan autofocus di X1 memberi kenyamanan ekstra. Lito 1 tetap praktis, hanya saja ritmenya lebih pas untuk penggunaan santai daripada workflow yang padat.
Apakah selisih harga Lito X1 sepadan dengan fiturnya?
Harga awal Lito 1 ada di mulai dari Rp4,9 juta, sementara Lito X1 di mulai dari sekitar Rp6,1 juta. Selisihnya kurang lebih Rp1,2 juta. Itu bukan angka kecil untuk kelas entry-level, jadi wajar kalau banyak orang berhenti lama di titik ini.
Kalau Anda ingin sekadar masuk ke ekosistem DJI dengan biaya lebih ringan, Lito 1 sudah masuk akal. Namun, kalau Anda tahu sejak awal bahwa kualitas gambar, keamanan terbang, dan kemudahan kerja akan sering dipakai, selisih harga X1 cukup mudah dibenarkan. Gambaran harga dan fitur itu juga sejalan dengan ringkasan SINDOnews.
Kelebihan dan kekurangan DJI Lito 1
- Harga lebih ringan, jadi lebih aman untuk pembeli pertama.
- Fitur dasarnya sudah cukup untuk belajar terbang dan rekam aerial santai.
- Tetap ringkas dan mudah dibawa.
- Kekurangannya ada pada sensor lebih kecil, file 8-bit, fokus yang lebih sederhana, tidak ada sensor LiDAR depan dan tidak ada storage internal.
Kelebihan dan kekurangan DJI Lito X1
- Sensor lebih besar memberi hasil lebih bersih dan lebih stabil di cahaya sulit.
- Dukungan 10-bit D-Log M lebih enak untuk editing warna.
- Autofocus, storage internal 42GB, dan LiDAR depan membuat pengalaman pakai terasa lebih matang.
- Kekurangannya jelas, harga lebih tinggi dan mungkin terasa berlebihan untuk pengguna yang hanya terbang sesekali.
Jadi, siapa yang sebaiknya pilih Lito 1 dan siapa yang lebih cocok dengan Lito X1?
Pada titik ini, keputusan biasanya menjadi lebih mudah. Anda tidak sedang memilih drone “baik” dan drone “buruk”. Anda sedang memilih tingkat kebutuhan yang berbeda.
Pilih Lito 1 jika prioritas Anda adalah hemat dan sederhana
Lito 1 cocok untuk pemula total yang baru belajar terbang, pengguna kasual, traveler yang ingin coba aerial sesekali, atau pembeli yang lebih peduli budget daripada ruang edit warna.
Model ini juga pas kalau Anda belum yakin seberapa sering drone akan dipakai. Untuk skenario seperti liburan, video keluarga, atau latihan kontrol dasar, Lito 1 sudah memadai dan tidak terasa terlalu mahal.
Pilih Lito X1 jika Anda ingin kualitas hasil dan fitur yang lebih aman
Lito X1 lebih cocok untuk content creator pemula, traveler yang sering merekam di cahaya berubah, atau pengguna yang ingin drone entry-level tetapi tidak ingin cepat merasa kurang.
Kalau Anda suka edit video, ingin hasil yang lebih fleksibel, atau ingin bantuan terbang yang lebih meyakinkan saat lokasi makin padat, X1 layak dipilih. Ini juga pilihan yang lebih aman untuk pembeli yang ingin pakai drone lebih lama sebelum naik ke kelas berikutnya.
Kesimpulan
Kalau fokus Anda adalah hemat, simpel, dan cukup untuk mulai, Lito 1 adalah pilihan yang rasional. Drone ini tidak mencoba jadi segalanya, tetapi memberi dasar yang pas untuk pemula.
Kalau Anda ingin hasil kamera lebih matang, file video lebih enak diedit, dan rasa aman lebih besar saat terbang, Lito X1 jelas unggul. Jadi, sebelum membeli, ukur dulu cara Anda akan memakainya. Di perbandingan DJI Lito X1 vs Lito 1, kebutuhan nyata selalu lebih penting daripada angka spesifikasi semata.
Sudah selesai memilih dan siap mengambil drone Lito 1 atau Lito X1? Bisa langsung berbicara dengan kami melalui WhatsApp 0813-6082-9991 atau email djiratuplaza@gmail.com


