Review DJI Lito 1 vs Lito X1: Mana yang Cocok untuk Kamu?

Drone murah sering bikin bingung. Selisih harga terlihat kecil di etalase, tetapi beda hasilnya bisa terasa besar saat file dibuka di laptop.

Itu juga terjadi saat membandingkan DJI Lito 1 vs Lito X1. Keduanya ringan, ramah pemula, dan sama-sama menarik untuk traveler atau pembuat konten harian. Namun fokusnya tidak sama.

Kalau kamu ingin beli sekali lalu tenang, perbedaan kecil di atas kertas perlu dibaca dengan teliti. Mulai dari hal yang paling dasar dulu.

Perbedaan dasar yang paling terasa

DJI Lito 1 dan Lito X1 sama-sama berada di kelas drone ringkas 249 gram. Artinya, keduanya enak dibawa, tidak makan banyak tempat, dan terasa pas untuk pemakaian santai sampai semi-serius. Dalam ulasan awal Engadget, seri Lito juga diposisikan sebagai opsi video udara yang lebih terjangkau untuk pengguna baru.

Bentuk keduanya sama-sama ringkas, jadi perbedaan utama ada di fitur dan hasil kamera.

Lito 1 membawa sensor 1/2 inci 48MP, aperture f/1.8, video 4K 60fps, foto sampai 8K, ActiveTrack, dan penyimpanan via MicroSD. Paket ini sudah cukup kuat untuk pemula yang ingin naik kelas dari kamera ponsel.

Sementara itu, Lito X1 naik satu tingkat. Drone ini memakai sensor 1/1.3 inci, aperture f/1.7, video 4K 60fps HDR 10-bit dengan D-Log M, dynamic range hingga 14 stop, tracking yang lebih canggih, memori internal 42GB plus MicroSD, serta sensor LiDAR di bagian depan.

Jadi, sejak awal arahnya sudah jelas. Lito 1 mengejar harga yang lebih ramah, sedangkan X1 mengejar hasil gambar dan rasa aman yang lebih tinggi saat terbang.

Tabel perbandingan DJI Lito 1 dan Lito X1

Supaya lebih cepat dipindai, berikut ringkasan spesifikasi yang paling relevan.

FiturDJI Lito 1DJI Lito X1
Berat249 gram249 gram
Sensor kamera1/2 inci CMOS 48MP1/1.3 inci
Aperturef/1.8f/1.7
Video4K 60fps4K 60fps HDR 10-bit, D-Log M
FotoHingga 8KTidak disebut setara secara luas, fokus utama di video
TrackingActiveTrackLebih canggih
Hindar rintanganSensor segala arahSensor segala arah + LiDAR depan
PenyimpananMicroSD42GB internal + MicroSD
Dynamic rangeStandar kelas entryHingga 14 stop
Harga pasar awalSekitar Rp4,9 jutaSekitar Rp6,1 juta

Di atas kertas, X1 unggul pada empat hal yang paling terasa di dunia nyata, sensor lebih besar, video 10-bit, LiDAR, dan memori internal. Lito 1 tetap menarik karena inti kebutuhannya sudah terpenuhi, terutama untuk terbang santai, dokumentasi perjalanan, dan konten yang tidak banyak diedit.

Kamera dan video, di sinilah jarak keduanya terlihat

Kalau alasan utamamu membeli drone adalah kualitas file, jarak antara dua model ini cukup jelas. Sensor 1/1.3 inci di Lito X1 punya modal lebih besar untuk menangani cahaya sulit, terutama saat senja, pagi buta, atau adegan kontras tinggi. Aperture f/1.7 juga sedikit membantu saat cahaya turun.

Pada Lito 1, hasil video 4K 60fps sudah cukup tajam untuk Instagram, TikTok, YouTube Shorts, dan dokumentasi liburan. Warna bawaan biasanya sudah enak dilihat tanpa edit berat. Karena itu, model ini cocok untuk orang yang ingin rekam, potong sedikit, lalu unggah.

Namun X1 memberi ruang lebih luas saat masuk ke proses edit. Dukungan HDR 10-bit dan D-Log M membuat file lebih lentur ketika exposure perlu disesuaikan atau warna ingin dibentuk ulang. Dalam ulasan Trusted Reviews, selisih harga X1 dinilai sepadan karena peningkatan kualitas video dan fitur tambahannya terasa nyata.

Kalau kamu rutin color grading, syuting saat golden hour, atau mengejar detail langit dan bayangan, Lito X1 lebih masuk akal.

Ada satu catatan yang perlu dijaga. Australian Photography menyinggung bahwa pada pengujian awal, sebagian file X1 sempat menunjukkan pergeseran warna pada kondisi tertentu. Catatan seperti ini belum tentu muncul di semua unit, dan pembaruan firmware bisa mengubah hasil akhirnya. Karena itu, keunggulan X1 pada sisi video tetap kuat, tetapi konsistensi tuning warna masih layak dipantau jika kamu kerja pada proyek berbayar.

Singkatnya, Lito 1 cukup untuk kebutuhan umum. X1 lebih cocok saat kualitas file memang jadi prioritas, bukan bonus.

Fitur terbang, keamanan, dan kenyamanan harian

Di kelas drone ringan, rasa aman saat terbang sering lebih penting daripada daftar angka. Banyak pemula tidak jatuh karena kamera kurang bagus. Mereka jatuh karena salah baca jarak, gugup saat pulang otomatis, atau terbang terlalu dekat ke pohon dan bangunan.

Lito 1 dan X1 sama-sama disebut punya sensor anti-tabrak segala arah. Itu kabar baik, karena fitur seperti ini biasanya paling membantu saat belajar. Drone terasa lebih jinak, terutama ketika kamu belum terbiasa menjaga ketinggian, arah, dan kecepatan dalam satu waktu.

X1 tetap punya nilai tambah besar berkat LiDAR depan. Fitur ini bukan hiasan. Saat cahaya rendah atau lingkungan agak rumit, LiDAR membantu pembacaan rintangan lebih akurat. Buat pemula, tambahan ini bisa mengurangi rasa tegang. Buat pengguna yang sering terbang di area pepohonan, manfaatnya juga lebih terasa.

Soal kenyamanan harian, memori internal 42GB di X1 juga tampak sepele sampai kamu lupa bawa MicroSD. Pada Lito 1, masalah itu berarti penerbangan tertunda. Pada X1, kamu masih bisa tetap merekam. Untuk traveler, detail kecil seperti ini sering bikin pengalaman lebih praktis.

Di sisi lain, Lito 1 tidak terasa miskin fitur. ActiveTrack sudah cukup untuk mengikuti subjek secara umum, dan bobot 249 gram membuatnya tetap mudah dibawa. Kalau pola terbangmu sederhana, misalnya mengambil panorama pantai, sawah, atau vila saat liburan, Lito 1 masih sangat masuk akal.

Harga, ketersediaan, dan value per rupiah

Per Mei 2026, harga yang paling sering muncul di pasar lokal berada di kisaran Rp4,9 juta untuk Lito 1 dan Rp6,1 juta untuk Lito X1. Angka ini bisa berubah, karena paket penjualan, remote, baterai tambahan, dan promo toko sering berbeda.

Selisih sekitar Rp1,2 juta terlihat kecil jika dibandingkan peningkatan fitur X1. Karena itu, banyak calon pembeli berhenti cukup lama di titik ini. Hemat sekarang, atau tambah sedikit lalu dapat paket yang lebih lengkap?

Kalau ukuran nilainya murni “hasil cukup bagus dengan biaya serendah mungkin”, Lito 1 menang. Drone ini sudah membawa 4K 60fps, tracking, dan bodi ringan. Untuk konten harian, itu sudah lebih dari cukup.

Namun kalau ukuran nilainya adalah “supaya tidak cepat ingin upgrade”, X1 lebih kuat. Sensor lebih besar, file video lebih fleksibel, penyimpanan internal, dan LiDAR memberi umur pakai yang biasanya lebih panjang. Ini sejalan dengan kesan beberapa ulasan awal yang melihat X1 sebagai pilihan dengan value lebih baik untuk kebanyakan pembeli.

Kalau setelah membaca perbandingan ini kamu merasa kebutuhanmu sudah naik ke kelas lebih serius, lihat juga fitur utama DJI Mini 5 Pro. Sementara itu, bila kamu lebih tertarik pada model yang santai untuk dipakai cepat di perjalanan, drone ringkas DJI Flip punya pendekatan yang berbeda.

Rekomendasi berdasarkan cara pakai

Pilihan akhirnya paling mudah ditentukan lewat skenario penggunaan, bukan lewat spesifikasi mentah.

Untuk pemula, Lito 1 adalah titik masuk yang aman. Harganya lebih ringan, fitur dasarnya lengkap, dan kamu tetap bisa belajar komposisi, gerak kamera, dan tracking tanpa keluar biaya lebih besar. Model ini cocok kalau kamu belum yakin akan sering terbang setiap minggu.

Untuk traveler, X1 lebih menarik jika kamu sering pindah lokasi dan ingin serba praktis. Memori internal 42GB membantu saat kartu memori tertinggal, sedangkan LiDAR memberi rasa tenang di spot baru yang belum kamu kenal. Namun jika budget perjalanan ketat, Lito 1 masih cukup selama kamu disiplin soal penyimpanan dan area terbang.

Untuk content creator, X1 jelas lebih layak. File 10-bit D-Log M memberi ruang edit yang lebih luas, dan sensor yang lebih besar lebih siap menghadapi kondisi cahaya campuran. Bagi pembuat konten yang sering syuting saat matahari turun, keunggulan ini bukan sekadar angka.

Untuk pengguna yang mencari fitur terbaik di kelasnya, X1 adalah jawaban yang lebih mudah. Selisih harga memang ada, tetapi peningkatan yang didapat terasa nyata, bukan kosmetik. Karena itu, X1 lebih cocok untuk pembeli yang ingin beli sekali lalu dipakai lebih lama sebelum tergoda upgrade.

Kalau ringkasannya dibuat sederhana, Lito 1 cocok untuk pembeli hemat dan pemakaian santai. X1 cocok untuk pembeli yang ingin kualitas dan keamanan lebih tinggi sejak awal.

Kesimpulan

Perbandingan DJI Lito 1 dan Lito X1 tidak rumit setelah fokusnya dipersempit. Lito 1 unggul di harga, sedangkan X1 unggul di kualitas file, keamanan terbang, dan kenyamanan pakai.

Kalau prioritasmu adalah belajar, liburan, dan unggah cepat ke media sosial, Lito 1 sudah cukup masuk akal. Kalau kamu ingin drone kecil yang hasilnya lebih matang dan tidak cepat terasa sempit, Lito X1 adalah pilihan yang lebih kuat.

Pembeli yang paling puas biasanya bukan yang memilih model paling mahal, melainkan yang memilih model yang paling cocok dengan cara pakainya.

Sudah siap memiliki Lito 1 atau Lito X1? Langsung hubungi ke WhatsApp 0813-6082-9991 atau email djiratuplaza@gmail.com!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *