Apa yang Bisa Dilakukan DJI FlyCart 100? Ringkasan Hasil Uji Coba untuk Logistik Industri

Bayangkan harus mengirim komponen penting ke titik kerja yang jalannya sempit, berlumpur, atau harus memutar jauh. Di banyak site tambang dan proyek konstruksi, masalah logistik seperti ini bukan hal kecil, karena efeknya merambat ke jadwal, HSE, dan koordinasi tim.

Artikel ini merangkum hasil uji coba DJI FlyCart 100 (DJI FC100) pada beberapa skenario lapangan. Fokusnya sederhana: apa yang berhasil dicapai saat uji, apa maknanya untuk operasi, dan batasan apa yang perlu diingat. Penting sejak awal, angka terbaik di laporan datang dari flight yang berbeda, bukan satu skenario yang sama.

Ringkasan eksekutif (5 poin):

  • Konteks penggunaan: pengangkutan logistik skala industri, dukungan evakuasi, konstruksi, energi, dan operasi di medan yang sulit dijangkau kendaraan darat.
  • Tanggal dan lokasi uji: 12 Januari 2026 (Lapangan CAT, Cileungsi), 5 Februari 2026 (Lapangan Jayagiri, Bandung), 13 Februari 2026 (Dermaga KPLP, Serang, ringkasan flight juga menyebut area Cilegon).
  • Cakupan uji: durasi, jarak, ketinggian, transmisi O4, dual 4G dongle, DRTK 3 relay, AR safety assistance, flagship winch, dual battery lifting, misi via Delivery Hub, A-B automated unloading (dengan dan tanpa sinyal), dan fast charging 9 menit memakai genset D14000i.
  • Keluaran yang dicatat: durasi terbang, konsumsi baterai, ketinggian, jarak, payload, serta metode misi (manual, waypoint, Delivery Hub).
  • Angka maksimum di rangkuman: durasi 20 menit, ketinggian 950 meter, jarak 6724 meter (ketiganya berasal dari flight yang berbeda).

Pegang prinsip ini saat membaca angka: rekor durasi, rekor ketinggian, dan rekor jarak dicapai pada skenario uji yang tidak sama. Gunakan sebagai referensi batas yang pernah tercapai, bukan patokan pasti untuk semua misi.

Kenapa Logistik di Tambang, Proyek Konstruksi, dan Lokasi Terpencil Sering Tersendat

Di lapangan, hambatan logistik sering muncul dari hal yang terlihat sepele: akses jalan yang berubah, jarak antar-titik kerja yang jauh, dan kebutuhan pengiriman yang mendadak. Saat rute darat terbatas, pengiriman jadi seperti “mengantar barang lewat lorong yang pintunya sering berpindah”. Tim akhirnya mengandalkan kendaraan kecil, atau menunggu jadwal alat angkut.

Cuaca dan kontur ikut menambah beban. Hujan bisa mengubah permukaan jalan dalam hitungan jam. Di area berbukit atau di sekitar dermaga, elevasi dan arah angin juga memengaruhi cara tim bergerak. Selain itu, mobilisasi orang dan barang selalu membawa risiko HSE, karena lalu lintas internal bercampur dengan alat berat dan pejalan kaki.

Karena itu, kategori misi yang disebut dalam laporan uji terasa relevan: transportasi industri, dukungan operasi di medan sulit, sampai kebutuhan respons cepat pada situasi tertentu. Dalam konteks ini, drone kargo tidak menggantikan semua moda, tetapi bisa menjadi opsi saat jalur darat tidak ideal atau saat presisi drop menjadi kebutuhan.

Titik rawan di lapangan: akses, waktu respon, dan risiko saat bongkar muat

Ada tiga titik rawan yang sering muncul. Pertama, pengiriman ke titik elevasi, misalnya area kerja bertingkat atau lokasi yang aksesnya hanya lewat jalur tertentu. Kedua, pengantaran ke area dermaga atau titik kerja yang ruangnya sempit, sehingga kendaraan sulit manuver. Ketiga, pelepasan muatan yang harus tepat, karena salah jatuh beberapa meter saja bisa jadi masalah.

Di sinilah uji fitur flagship winch system dan bantuan keselamatan jadi penting. Laporan mencantumkan pengujian kontrol hook elektrik, penimbangan muatan real-time, pengurang ayunan, dan bantuan AR saat takeoff dan landing. Semua itu mengarah pada satu tema, mengurangi “area abu-abu” saat bongkar muat.

Gambaran Singkat DJI FlyCart 100 dan Tujuan Uji Coba Ini

DJI FlyCart 100 digambarkan sebagai drone logistik untuk transportasi skala industri, juga untuk misi evakuasi dan operasi di area yang sulit dijangkau. Di dokumen uji, kapasitas muatan disebut besar, berada di kisaran 65 sampai 100 kg (tergantung konfigurasi baterai). Dalam uji yang direkam, payload yang dipakai bervariasi, termasuk kelas 80 kg-an.

Dua konfigurasi yang muncul jelas di laporan:

  • Flagship Winch System: fokus pada sistem winch untuk loading dan unloading cepat tanpa drone turun sehingga mengurangi downtime ataupun lokasi drop-off tidak memungkinkan untuk pendaratan karena adanya kontrol hook elektrik. Mempunyai fitur penimbangan muatan dan kontrol ayunan
  • Dual Battery Lifting System: konfigurasi lifting manual tanpa hook elektrik, sehingga drone harus turun untuk loading dan unloading. Mempunyai fitur penimbangan muatan dan kontrol ayunan

Pengujian juga memakai perangkat pendukung yang lazim pada operasi terkelola. Daftar yang disebut mencakup RC Plus 2, baterai DB2160, DJI Delivery Hub (software), dual 4G dongle, handy talkie, serta genset DJI D14000iE Multifunctional Generator. Dari sisi tata kelola, tim mencatat peran Remote Pilot in Command, Remote Pilot, dan Visual Observer (atau helper cargo). Struktur peran ini penting, karena operasi kargo bukan sekadar menerbangkan, tetapi mengelola area, komunikasi, dan prosedur aman.

Untuk konteks tambahan tentang pemakaian di site, rujukan bacaan yang masih satu topik ada di halaman berikut: DJI FlyCart 100 drone kargo untuk tambang.

Apa yang diuji, dari performa terbang sampai kontrol muatan

Cakupan uji tidak berhenti di “berapa lama terbang”. Tim menguji durasi maksimum dengan dan tanpa payload, jarak maksimum, dan ketinggian maksimum. Di sisi konektivitas, laporan menyebut O4 transmission, dual 4G dongle, serta DRTK 3 relay transmission, ditambah dukungan dua remote (A dan B) pada skenario tertentu.

Untuk keselamatan, ada uji AR features, termasuk deteksi pejalan kaki dan kendaraan, juga AR projection untuk membantu pendaratan dan panduan RTH. Bagian operasional juga menyentuh A-B automated unloading, diuji pada kondisi dengan sinyal dan tanpa sinyal. Terakhir, ada poin fast charging 9 menit menggunakan genset DJI D14000iE Multifunctional Generator, disebut sebagai bagian kebutuhan dan skenario dukungan energi.

Hasilnya jelas dipengaruhi skenario. Payload berbeda memberi dampak pada durasi dan jarak. Ketinggian juga berubah sesuai lokasi dan rencana flight. Metode misi pun bervariasi, mulai dari manual flight, waypoint mission, sampai Delivery Hub mission.

Metodologi Uji Coba, Lokasi, Skenario Flight, dan Alat Yang Dipakai

Uji dilakukan sebagai rangkaian flight scenario di tiga lokasi. Laporan mencatat Lapangan CAT di Cileungsi, Lapangan Jayagiri di Bandung, dan Dermaga KPLP di Serang. Di ringkasan flight, lokasi Banten juga disebut sebagai Cilegon pada beberapa penerbangan. Pendekatan multi-lokasi ini membantu melihat perilaku operasi pada konteks medan dan kebutuhan yang berbeda.

Alih-alih satu kali demo, prosesnya berjalan beberapa hari uji, dengan beberapa skenario payload dan metode. Tim mencatat parameter inti pada setiap flight: konsumsi baterai, durasi, ketinggian, jarak, payload, dan metode penerbangan. Ini terlihat pada tabel ringkasan flight (Flight 1 sampai 12) yang memuat pola perubahan endurance saat beban naik, atau saat ketinggian meningkat.

Ada juga uji yang menarik untuk konteks risiko link, yaitu skenario waypoint mission yang menyertakan tindakan mematikan remote dan tetap menurunkan payload (mengacu pada Flight 2 di ringkasan). Laporan tidak mengubahnya menjadi klaim “anti putus kontrol”, tetapi cukup sebagai bukti bahwa tim menguji perilaku sistem pada kondisi yang lebih menantang.

Ringkasan uji coba DJI Flycart 100
Ringkasan uji coba penerbangan

Mengapa hasil antar-flight tidak bisa dibandingkan mentah-mentah

Data uji memperlihatkan variasi besar pada payload, dari 0 kg sampai 87 kg. Ketinggian juga berubah, dari 50 meter sampai 950 meter. Selain itu, metode penerbangan berbeda, manual flight, waypoint mission, dan Delivery Hub mission. Kombinasi ini membuat perbandingan langsung antar-flight jadi tidak adil.

Cara membaca hasil yang lebih aman adalah membandingkan skenario yang mirip. Misalnya, bandingkan flight tanpa payload di ketinggian yang sekelas, atau bandingkan payload 70 kg-an pada ketinggian yang sebanding. Sementara itu, angka maksimum di laporan lebih tepat dibaca sebagai “batas kemampuan yang pernah dicapai” dalam rangkaian uji, bukan jaminan untuk setiap misi.

Hasil Utama Pengujian, Angka Kunci, dan Apa yang Paling Relevan untuk Logistik Industri

Bagian ini menyajikan inti hasil yang bisa dipakai untuk diskusi internal, misalnya saat menyusun kebutuhan pilot test, SOP, atau rencana misi awal. Sekali lagi, jangan gabungkan rekor durasi, jarak, dan ketinggian seolah dicapai dalam satu penerbangan.

Berikut ringkasan dalam tabel.

Temuan Utama Uji Coba

ParameterHasil tertinggi di laporanContoh flight pendukung (payload dan metode)Catatan interpretasi
Durasi terlama20 menitFlight 4, payload 0 kg, manual flight (dual battery)Durasi terpanjang tercatat tanpa payload, di ketinggian 50 m.
Ketinggian maksimum950 meterFlight 12, payload 50 kg, manual flight (dual battery, winch)Ketinggian tinggi dicapai dengan payload, tetapi durasi 10 menit.
Jarak maksimum6724 meterFlight 8, payload 0 kg, manual flight (dual battery)Jarak terjauh tercatat tanpa payload, di ketinggian 500 m.
Contoh angkut 80 kg-an12 menitFlight 1, payload 81 kg, manual flight (dual battery, winch)Endurance turun saat payload naik, ini terlihat konsisten.
Misi dengan Delivery Hub15 menitFlight 5, payload 84 kg, Delivery Hub mission (dual battery, winch)Metode misi berbeda, jadi bandingkan dengan skenario yang setara.
Konfigurasi lifting system9 menitFlight 6, payload 87 kg, manual flight (dual battery lifting)Payload besar bisa diterbangkan, durasi menyesuaikan beban.
Jarak dengan payload menengah2553 meterFlight 9, payload 54 kg, manual flight (dual battery, winch)Rute dan ketinggian memengaruhi, jangan disamaratakan ke semua site.
Ketinggian tinggi dengan jarak2778 meterFlight 12, payload 50 kg, manual flight (dual battery, winch)Dalam satu flight ini, ketinggian dan jarak sama-sama dicatat tinggi.

Pola besarnya mudah dibaca. Saat payload naik, endurance cenderung turun. Di sisi lain, flight tanpa payload memberi ruang untuk jarak lebih jauh dan durasi lebih panjang. Ketinggian juga “memakan” porsi energi misi, jadi perencanaan harus realistis sejak awal.

Apa Arti Hasil Ini untuk Operasional?

Angka di atas baru berguna jika diterjemahkan ke keputusan lapangan. Untuk tim operasional, pertanyaannya biasanya bukan “berapa rekor”, tetapi “misi seperti apa yang masuk akal”.

Pertama, gunakan skenario tanpa payload saat tujuan utamanya menguji rute, memastikan link, dan memetakan prosedur RTH. Data menunjukkan jarak terjauh 6724 meter dicapai tanpa payload (Flight 8). Ini bisa jadi acuan saat Anda menyusun uji koridor terbang, sambil tetap menyiapkan margin baterai untuk pulang.

Kedua, untuk misi angkut, pilih skenario payload sesuai kebutuhan dan terima konsekuensi durasi. Contohnya, payload 81 kg tercatat 12 menit (Flight 1), sementara payload 87 kg pada lifting system tercatat 9 menit (Flight 6). Artinya, misi angkut berat lebih cocok untuk jarak pendek sampai menengah, dengan rencana drop yang jelas.

Ketiga, bila site punya kebutuhan elevasi, catatan ketinggian 950 meter pada payload 50 kg (Flight 12) memberi gambaran bahwa skenario elevasi tinggi bisa diuji, namun durasinya 10 menit. Dalam praktik, ini mendorong perencanaan lebih ketat, termasuk titik aman, rute balik, dan cadangan energi.

Terakhir, soal konektivitas dan kendali. Laporan memasukkan dual 4G dongle, DJI D-RTK 3 Multifunctional Station di Mode Relay, dan dual remote A dan B sebagai bagian rancangan uji. Secara konsep, ini menunjukkan pendekatan untuk menjaga link dan koordinasi kontrol. Namun, laporan tidak memberi angka tambahan terkait peningkatan jangkauan dari fitur tersebut, jadi sebaiknya diperlakukan sebagai opsi arsitektur komunikasi, bukan jaminan jarak.

Fitur keselamatan dan efisiensi yang terbukti saat uji lapangan

Pada uji AR Safety Assistance, sistem mampu mendeteksi pejalan kaki dan kendaraan secara real-time, lalu menampilkan alert pop-up.

DJI Flycart 100 AR Safety Assistance
AR Safety Assistance yang mampu mendeteksi manusia dan kendaraan

Manfaat paling jelas ada pada momen takeoff dan landing, ketika area sekitar drone sering berubah cepat. Laporan juga menyebut RTH safe-landing projection, berupa panduan touchdown dan approach guidance untuk membantu pendaratan yang lebih aman.

AR Landing Projection
AR Landing Projection

Di sisi kontrol muatan, dua hal menonjol. Pertama, pada flagship winch system, hook mendukung electric opening dan closing yang bisa dikendalikan dari remote. Ini memberi kontrol pelepasan yang lebih terarah. Kedua, baik winch maupun lifting menampilkan real-time weighing, yang membantu mencegah overloading karena berat bisa dipantau saat operasi. Ada juga auto balance control yang membantu meredam ayunan saat muatan bergerak berlebihan.

DJI Flycart 100 Flagship Winch System
Flagship Winch System

Untuk sensor keselamatan, Flycart 100 menggunakan modul sensor LiDAR, mmWave radar, penta vision system, lampu navigasi malam, dan parasut (dijual terpisah).

DJI Flycart 100 Safety System
Safety System

Batasan Uji yang Perlu Dipahami Sebelum Menilai Kelayakan untuk Proyek Anda

Uji lapangan selalu berangkat dari konteks tertentu. Karena itu, hasil di Cileungsi, Bandung, dan Serang atau Cilegon bisa berbeda saat dipindah ke site Anda, apalagi jika koridor terbang, elevasi, cuaca, dan risiko area berubah.

Ada juga kebutuhan pendukung yang tertulis dan sering luput saat diskusi awal. Charger memerlukan sumber listrik minimal sekitar 3 kW pada tegangan 200 sampai 264 V, meski pengisian bisa lebih lambat bila daya terbatas. Untuk pengisian sangat cepat, laporan menyebut opsi listrik industri sampai sekitar 12 kW. Dari sisi koneksi jika anda ingin menggunakan Delovery Hub, kebutuhan internet minimal yang ditulis adalah upload 10 Mbps.

Batasan Uji yang Perlu Dipahami

Dua poin ini paling penting sebelum Anda menyimpulkan:

  1. Angka maksimum berasal dari flight berbeda, jadi jangan dijumlahkan jadi “paket kemampuan” satu misi.
  2. Payload dan ketinggian mengubah endurance dan jarak, sehingga perbandingan harus setara skenarionya.

Untuk assessment awal, ajukan pertanyaan sederhana berikut: berapa payload nyata, seberapa jauh titik kirim, berapa elevasi yang dibutuhkan, dan seperti apa akses area takeoff dan landing. Setelah itu, barulah uji site membuat angka menjadi relevan.

Rekomendasi Use Case dan FAQ untuk Memulai Diskusi Internal

Bagian ini merangkum use case yang terasa masuk akal jika merujuk pada data uji. Tidak semua site punya kebutuhan sama, jadi anggap ini sebagai titik mulai diskusi, bukan jawaban final.

Use case yang paling masuk akal berdasarkan data uji

  • Pengantaran muatan berat jarak pendek sampai menengah (contoh payload 81 kg terbang 12 menit, dan payload 87 kg terbang 9 menit, durasi mengikuti beban).
  • Pengiriman ke elevasi tinggi pada skenario tertentu, merujuk catatan 950 meter pada payload 50 kg (Flight 12).
  • Uji rute atau koridor tanpa payload untuk melihat batas jarak dan perilaku misi, merujuk jarak 6724 meter tanpa payload (Flight 8).
  • Pelepasan muatan terkontrol di area yang tidak ideal untuk mendarat ataupun mau mengurangi downtime, dengan electric hook dari Flagship Winch System yang bisa dikendalikan dari remote.
  • Operasi yang butuh bantuan aman saat takeoff dan landing, memakai deteksi orang atau kendaraan dan proyeksi panduan pendaratan.

Walau begitu, pilot test di site Anda tetap wajib, karena rute, risiko, dan SOP berbeda.

FAQ singkat tentang uji DJI FlyCart 100

1) Berapa durasi terlama yang tercatat, dan dalam kondisi apa? Durasi terlama di ringkasan adalah 20 menit, tercatat pada flight tanpa payload dengan dual battery (Flight 4).

2) Seberapa jauh jarak maksimum yang tercatat tanpa payload? Jarak maksimum yang tertulis adalah 6724 meter, pada flight tanpa payload, dual battery, manual flight (Flight 8).

3) Apakah bisa membawa muatan 80 kg-an, dan berapa contoh durasinya? Ada contoh payload 81 kg dengan durasi 12 menit (Flight 1). Ada juga payload 84 kg dengan Delivery Hub mission berdurasi 15 menit (Flight 5).

4) Fitur apa yang membantu aman saat takeoff dan landing? Laporan menyebut AR safety assistance, termasuk deteksi pejalan kaki dan kendaraan dengan alert pop-up, juga proyeksi panduan pendaratan untuk RTH.

5) Apa yang perlu disiapkan di site untuk uji atau operasi? Laporan mencantumkan kebutuhan listrik sekitar 3 kW untuk charger (dengan opsi sampai sekitar 12 kW di listrik industri) ataupun membutuhkan DJI D14000iE Multifunctional Generator jika di lokasi tidak memiliki listrik yang memadai, internet minimal upload 10 Mbps jika ingin menggunakan Delivery Hub, serta kesiapan tim dan HSE seperti P3K dan APAR.

Penutup

Hasil uji menunjukkan DJI FlyCart 100 bisa menjalankan skenario logistik berat dengan variasi payload, jarak, dan ketinggian, lalu didukung fitur kontrol muatan dan bantuan keselamatan yang diuji di lapangan. Namun, angka puncak seperti 20 menit, 950 meter, dan 6724 meter datang dari flight yang berbeda, jadi jangan diperlakukan sebagai satu paket performa. Jika Anda sedang menyusun opsi untuk logistik site, langkah paling aman adalah memetakan kebutuhan misi, lalu merencanakan pilot test yang setara skenarionya. Untuk diskusi kebutuhan, pemilihan konfigurasi winch vs lifting, dan rencana uji di lokasi, silakan hubungi tim DJI Ratu melalui Whatsapp 0813-6082-9991 atau email djiratuplaza@gmail.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *